Diposkan pada Kelompok 241

Langkah Pertama Menuju Perubahan

Memasuki hari kedua di Kampung Singkup Desa Girijaya, dibawah gerimis yang manis, kami mengawali hari dengan melangkahkan kaki menuju ke sekolah MTs Karya Pembangunan pada jam 8:30-9:00 pagi untuk bersosialisasi dengan staff pengajar. Setelah kami berbincang dengan para staff, mereka memberitahu kepada kami bahwa terdapat 114 siswa disana. Mereka juga memberikan kami kesempatan untuk mengajar berbagai mata pelajaran dan melatih para siswa untuk mengikuti perlombaan pidato dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab) dengan tema Sehat, Cerdas, dan Unggul dalam Globalisasi.img_1990

Kaki kecil kami melanjutkan perjalanan untuk sosialiasi kepada masyarakat dengan menuju Posyandu sekitar pukul 9:30-11:00. Dengan keikhlasan yang sederhana ini, kami membantu mereka dalam menjalankan program kewirausahaannya. Tak kenal maka tak sayang, itulah semangat yang ada di dalam jiwa kami, dengan melanjutkan menuju rumah ketua RW untuk bertatapmuka dan saling tegur sapa agar beliau mengenal kami dan kami mengenal beliau pada pukul 14:00-14:30.

Rumah, tempat dimana raga kami berlabuh, kami mendapatkan tamu-tamu mungil dari wilayah sekitar untuk berkenalan dengan kami. Betapa antusiasnya mereka ketika kami memberikan sebuah pelatihan singkat yang dapat meningkatkan kreatifitas dengan membuat karya sederhana dari bahan dasar kertas lipat di jam 14:30-16:00. Secara bersamaan, grup qasidah anak-anakpun datang kesini untuk meminta kami membantu mereka, karena mereka akan segera tampil dalam perlombaan.

“Jangan jadikan rumahmu bagaikan kuburan (karena tidak ada Alquran yang dibaca di dalamnya)” selalu terbesit dalam benak kami. Berusaha untuk mendekatkan diri pada Ilahi dalam sepi tanpa henti dengan sepenuh hati, dengan melaksanakan membaca surah Yasin secara rutin setelah selesai salat berjamaah di masjid. Tak lupa tertinggal, kunjungan ke rumah DKM Masjid sekitar untuk sosialisasi awal  dengan memaparkan maksud dan tujuan kami berada disini pada pukul 20:00-21:00, dengan penuh canda tawa kami berbincang banyak hal, beliau banyak menasehati kami diiringi dengan cerita tentang KKN sebelumnya, tak tertinggal juga, diselingi humor asik yang menggelitik.

Iklan
Diposkan pada Kelompok 21

Kami Resmi Memulai Perubahan untuk Girijaya

 

Rabu (08/02/2017) di Balai Desa Girijaya Kp. Padaimut, mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung telah resmi disambut dan diterima kedatangannya, untuk merealisasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian dengan metode sistem pemberdayaan masyarakat (SISDAMAS). Bapak Saprudin selaku Kepala Desa Girijaya menyambut dengan baik kegiatan ini dan mendukung segala bentuk program yang menjadi usulan mahasiswa. Kini harapan dan semangat baru menjadi sebuah beban yang seolah ringan bagi kami, tidak ada hal yang akan berujung baik apabila pertemuan tidak diawali dengan baik.

 

 

 

Siti Umdatul Faroh-Reja Firmansyah

Kelompok 21

Diposkan pada Kelompok 131

Desa Girijaya, Kampung Pertanian di Garut

DSC_1427.JPG
Desa Girijaya

Udara sejuk terkesan dingin mulai menusuk kulit begitu memasuki kawasan Kersamanah, salah satu Kecamatan yang memiliki sumber daya alam yang terbilang cukup melimpah dibandingkan dengan Kecamatan lainnya di Garut. Jalanan yang melalui desa setempat pun menanjak karena berada di kaki gunung.

Jika terus mendaki sekitar 4 – 5 lima kilometer ke atas, ada sebuah desa yang tidak terlalu luas, hanya sekitar 455.000 km2/ha. Lokasi yang strategis sebagai lahan pertanian, karena berada tepat di bawah kaki Gunung Singkup, menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian kebanyakan masyarakat di sana. Bahkan pada tahun 2010 lalu, desa ini mendapatkan penghargaan oleh Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, atas prestasi desa tersebut melaksanakan program “Aksi Desa Mandiri Pangan”.

Desa Girijaya, begitu namanya sedari dulu, berkat sektor pertaniannya ditasbihkan sebagai desa dengan kapita ekonomi terbesar ketiga di Garut. Desa yang sebagian besarnya lahan pertanian ini, merupakan salah satu desa yang dijadikan sebagai desa percontohan dari banyak desa yang ada di Garut oleh Pemerintah Kabupaten setempat. Masyarakat yang agamis, ramah dan murah senyum, menjadikan satu dari banyak hal yang pasti akan diingat selalu bila berkunjung ke desa ini.

Saat ini, desa yang seluruh masyarakatnya memeluk agama Islam ini dipimpin oleh Saprudin, Kepala Desa yang pernah mendapatkan penghargaan Kepala Desa terbaik se-antero Garut, padahal beliau baru saja diberi amanat untuk memimpin Girijaya untuk periode ini.

Namun dalam sektor pendidikan formal, Desa Girijaya terbilang masih kurang. Tercatat hanya ada satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan empat Sekolah Dasar (SD). Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), desa yang berpenduduk kurang lebih 5.000 jiwa ini masih belum ada. Sehingga untuk anak yang ingin menempuh SMA harus mencari sekolah terdekat di luar desa. SMA terdekat dari Desa Girijaya berjarak kurang lebih 5,5 kilometer dan pada umumnya berjalan kaki untuk sampai ke sekolah tersebut. Dapat dibayangkan betapa sulitnya untuk mendapatkan pendidikan bermutu bagi anak – anak yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Diposkan pada Kelompok 21

Peresmian dan Sosialisasi Awal KKN SISDAMAS 2017: Memulai langkah pasti di Kecamatan Kersamanah Desa Girijaya

Bertepatan pada tanggal 8 Februari 2017 Pukul 04.00 pagi, seluruh peserta KKN SISDAMAS 2017 yang ditempatkan di daerah Kabupaten Garut dan Kota Banjar mulai berangkat memakai bus dari kampus UIN SGD Bandung, dilanjutkan dengan acara peresmian KKN SISDAMAS 2017 dan Sosialisasi Awal (soswal) di tiap Kecamatan. untuk waktu pelaksanaan peresmian dan Soswal itu di tiap Kecamatan berbeda, kebetulan untuk Kecamatan Kersamanah dimulai peresmian itu sekitar pukul 08.00, dan dilanjutkan dengan Soswal di Balai Desa Girijaya.

IMG_4841.JPG

Muhammad Hasan selaku Korcam (Koodinator Kecamatan) DPL mengemukan bahwa “ KKN kali ini lebih inovatif, disebut dengan KKN SISDAMAS, kemudian kerjanya berbasis pemberdayaan masyarakat, sebelumnya KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) tapi di kembalikan lagi ke khittah nya menjadi KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, kebetulan Kecamatan Kersamanah ini merupakan pilihan dari hasil kajian di Universitas UIN SGD Bandung” tuturnya ketika memberikan sambutan.

“Kuliah Kerja Nyata di desa ini ada sekitar 232 peserta, yang dari jumlah tersebut di distribusikan di 5 Desa terhadap program-program yang sudah berkembang di masyarakat, yang tugasnya itu memberikan penguatan dan pemberdayaan bagi program-program yang memang telah disusun oleh masyarakat, dan peserta KKN hanya sebagai fasilitator” lanjutnya

Mahasiswa sebagai Agen of Change tentunya berbeda dengan mereka yang tidak mengenyam bangku perkuliahan “masyarakat memandang bahwa mahasiswa itu sangat berkualitas, jadi masyarakat khususnya di Desa Kersamanah sangat segan, sampai-sampai ingin mengulihkan anak-anaknya. selain dari segi agama yang cukup kental di Desa Kersamanah juga menjadi pusat pendidikan dan ekonomi. selain ada Pesantren Darussalam yang cukup menasional serta ada sekolah sederajat SLTA. Tutur H. Anwar selaku Kepala Kecamatan Kersamanah

“Banyak potensi-potensi yang bisa dikembangkan khususnya di Desa Kersamanah, seperti ekonomi pendidikan dll, mahasiswa bisa mengembangkan hal tersebut dengan cara memberdayakan masyarakat. Dan saya titip kepada mahasiswa supaya bisa memberi motivasi dan inovasi kepada masyarakat” lanjut H Anwar ketika memberikan sambutan sekaligus meresmikan KKN SISDAMAS

IMG_4874.JPG

Semoga diresmikannya dan sosialisasi awal KKN SISDAMAS yang diselenggarakan di Desa Kersamanah ini menjadi langkah pasti kita khususnya kelompok 021 Desa Girijaya untuk mengemban amanah, selain ada pemberdayaan kepada masyarakat, kita juga pasti mengabdikan diri, dan itu pastinya pengalaman yang sangat romantis. Wassalaam.

Ridwan Sabar, KKP 021 Desa Girijaya

Diposkan pada Kelompok 131, Kelompok 21, Kelompok 241

Peresmian KKN SISDAMAS 2017

20170202_092045
Peresmian KKN SISDAMAS 2017

Kamis, 02 Februari 2017 UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan kegiatan peresmian KKN SISDAMAS 2017 di Aula Anwar Musyadad dengan dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung yaitu Bapak Prof.Dr.H.Mahmud, M.Si., para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), panitia pelaksana KKN, serta mahasiswa/i peserta KKN yang berjumlah kurang lebih 4500 orang dari  40 prodi. Para peserta KKN ini ditempatkan di 110 Desa yang berada di wilayah Cianjur, Purwakarta, Garut, serta Banjar.