Diposkan pada Kelompok 131

Desa Girijaya, Kampung Pertanian di Garut

DSC_1427.JPG
Desa Girijaya

Udara sejuk terkesan dingin mulai menusuk kulit begitu memasuki kawasan Kersamanah, salah satu Kecamatan yang memiliki sumber daya alam yang terbilang cukup melimpah dibandingkan dengan Kecamatan lainnya di Garut. Jalanan yang melalui desa setempat pun menanjak karena berada di kaki gunung.

Jika terus mendaki sekitar 4 – 5 lima kilometer ke atas, ada sebuah desa yang tidak terlalu luas, hanya sekitar 455.000 km2/ha. Lokasi yang strategis sebagai lahan pertanian, karena berada tepat di bawah kaki Gunung Singkup, menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencaharian kebanyakan masyarakat di sana. Bahkan pada tahun 2010 lalu, desa ini mendapatkan penghargaan oleh Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, atas prestasi desa tersebut melaksanakan program “Aksi Desa Mandiri Pangan”.

Desa Girijaya, begitu namanya sedari dulu, berkat sektor pertaniannya ditasbihkan sebagai desa dengan kapita ekonomi terbesar ketiga di Garut. Desa yang sebagian besarnya lahan pertanian ini, merupakan salah satu desa yang dijadikan sebagai desa percontohan dari banyak desa yang ada di Garut oleh Pemerintah Kabupaten setempat. Masyarakat yang agamis, ramah dan murah senyum, menjadikan satu dari banyak hal yang pasti akan diingat selalu bila berkunjung ke desa ini.

Saat ini, desa yang seluruh masyarakatnya memeluk agama Islam ini dipimpin oleh Saprudin, Kepala Desa yang pernah mendapatkan penghargaan Kepala Desa terbaik se-antero Garut, padahal beliau baru saja diberi amanat untuk memimpin Girijaya untuk periode ini.

Namun dalam sektor pendidikan formal, Desa Girijaya terbilang masih kurang. Tercatat hanya ada satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan empat Sekolah Dasar (SD). Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), desa yang berpenduduk kurang lebih 5.000 jiwa ini masih belum ada. Sehingga untuk anak yang ingin menempuh SMA harus mencari sekolah terdekat di luar desa. SMA terdekat dari Desa Girijaya berjarak kurang lebih 5,5 kilometer dan pada umumnya berjalan kaki untuk sampai ke sekolah tersebut. Dapat dibayangkan betapa sulitnya untuk mendapatkan pendidikan bermutu bagi anak – anak yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s